Kebangkitan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit

Kebangkitan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur

Kebangkitan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit Indonesia kaya akan sejarah dan budaya, dan salah satu kerajaan terpenting dalam sejarah negara ini adalah Kerajaan Majapahit. Didirikan pada abad ke-13 di pulau Jawa, Kerajaan Majapahit dianggap sebagai salah satu kerajaan besar di Asia Tenggara. Dalam postingan blog kali ini, kita akan menelusuri naik turunnya kerajaan megah di Jawa Timur ini.

 

Kebangkitan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur

Asal usul Togel Pulsa Kerajaan Majapahit dimulai pada abad ke-13, pada masa pemerintahan kerajaan Singhasari. Raden Wijaya, seorang pangeran Singhasari, melarikan diri ke Jawa bagian timur untuk menghindari penganiayaan saudara tirinya, Jayakatwang. Ia mendirikan kerajaan baru yang diberi nama Majapahit. Raden Wijaya membentuk aliansi dengan beberapa penguasa lokal dan menikahi empat putri dari Madura, Bali, dan Indonesia, yang membantu memperluas basis kekuasaannya. Kerajaan tersebut berkembang menjadi pusat perdagangan yang makmur, dengan pelabuhan di berbagai belahan Asia Tenggara, Cina, dan India.

Kebangkitan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur

Masa keemasan Kerajaan Majapahit konon terjadi pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Ia berkuasa pada usia 16 tahun dan memerintah hingga ia berusia 58 tahun. Hayam Wuruk mewarisi kerajaan besar yang meliputi Jawa tengah dan timur, Bali, dan sebagian Sumatera. Ia menikah dengan putri Kediri, yang memperkuat posisi politiknya, dan ia menjalin aliansi dengan para penguasa di Bali dan wilayah lain di nusantara. Pada masa pemerintahannya, kerajaan ini merupakan pusat kebudayaan dan pembelajaran, dengan sistem hukum yang canggih, kemampuan menulis dalam bahasa Sansekerta, dan pembangunan berbagai kuil dan istana.

Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Meski memiliki fondasi yang kuat dan penguasa yang berkuasa, Kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran pada abad ke-15. Ketidakstabilan politik dan perebutan kekuasaan di dalam keluarga penguasa merupakan salah satu alasan utama kejatuhannya. Gajah Mada, seorang jenderal yang sakti, telah menyatukan kerajaan di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Namun, ia juga bertanggung jawab atas pembunuhan penerus Hayam Wuruk, yang menyebabkan kekacauan dan ketidakstabilan di pengadilan. Faktor eksternal, seperti invasi asing dan penyebaran Islam di Jawa, juga berkontribusi terhadap kemunduran kerajaan tersebut. Kerajaan tersebut akhirnya jatuh ke tangan negara-negara Islam pada abad ke-16.

Peninggalan Kerajaan Majapahit

Meski mengalami kehancuran, warisan Kerajaan Majapahit terus hidup di Indonesia modern. Budaya dan tradisinya mempengaruhi masyarakat Jawa, dan banyaknya reruntuhan serta candi yang tersebar di seluruh Jawa merupakan bukti warisan besarnya. Nagarakertagama, sebuah puisi abad ke-14 yang mencatat sejarah kerajaan, merupakan dokumen sejarah penting yang memberikan wawasan tentang kehidupan di Jawa pada masa puncak kerajaan. Indonesia merayakan Hari Pahlawan Nasional pada tanggal 10 November, untuk menghormati pahlawan legendaris Gajah Mada, yang memainkan peran penting dalam mempersatukan kerajaan.

Kesimpulan:

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan yang kuat dan berpengaruh yang memberikan kontribusi besar dalam sejarah Asia Tenggara. Kerajaan ini memiliki budaya yang kaya, sistem hukum yang maju, dan kemampuan berdagang dengan wilayah lain, yang membantunya menjadi salah satu kerajaan besar pada masanya. Pada akhirnya, keruntuhan kerajaan ini disebabkan oleh pertikaian internal dan kekuatan eksternal, namun kerajaan ini tetap menjadi bagian penting dalam sejarah dan budaya Indonesia. Saat ini, sisa-sisa kerajaan tersebut berdiri sebagai bukti warisan besarnya, mengingatkan kita akan kekuatan dan pengaruh yang pernah dimilikinya. Baca juga : Keris senjata tajam yang unik di Asia Tenggara

Updated: September 9, 2023 — 4:03 am